Laman

Senin, 21 November 2016

Penantian



Lantunan ayat terucap indah menyentuh nurani,
Dekatkan hati ini, pada dirimu yang penuh cahaya mentari.
Terpendam rasa dalam hati, hanya dalam hati.
Tak berani kuganggu gugat hafalan yang kau nanti.

Dalam naungan adzan berkumandang,
Dalam semangat juang yang nyata,
Pengejaran dunia akhirat yang tak semudah lambaian tangan,
Kita sama, memandang langit penuh makna.

Bertemu karena turun ke jalan, dalami ilmu agama yang penuh tantangan.
Lalu, harus berpisah perbaiki diri yang tak sempurna.
Aku siap menunggumu demi kebaikan,
Sampai waktu yang ditakdirkan untuk kembali bersama.

Selasa, 25 Oktober 2016

Tersirat Rasa

Gundah gulana tersimpan di lubuk hati nan terjal,
Sebuah kisah terpendam dalam logika nurani,
Terbuai erat noda hitam kecil terlihat kekal,
Putih bersih terisi tinta kehidupan berbekal sesal.

Hitam mengisi ruang.
Emosi di petang,
Sesalkan tingkah di kala malam.
Khilaf katanya, mengukir dalam.

Cahaya sang fajar,
Ingatkan aku akan bara api yang membakar,
Ingatkan aku akan dunia yang fana,
Kalau aku mati esok, aku ingin dipeluk kebaikan.